Saturday, October 8, 2011

Pesawat Mata-mata Berbahan Hidrogen

'Phantom Eye' bisa terbang sampai 65.000 kaki selama empat hari secara terus-menerus.

Produsen pesawat terbang terkemuka, Boeing segera meluncurkan pesawat tanpa awak terbaru. Pesawat itu berbadan pendek, condong ke depan, dengan sayap yang lebar.

Yang istimewa, pesawat jet ini berbahan bakar hidrogen. Dijamin, pesawat ini bebas polusi. Sebab, residu yang dihasilkan berupa air.

Bahkan pesawat yang diberi nama 'Phantom Eye' ini bisa terbang di ketinggian 65.000 kaki selama empat hari secara terus-menerus.

Phantom Eye didesain untuk melakukan misi pengintaian dan pengawasan saat berada di ketinggian.

"Phantom Eye adalah pesawat pertama dari jenisnya yang segera diluncurkan ke pasar. Ini bisa digunakan untuk mengumpulkan data dan untuk kepentingan komunikasi," kata President Boeing Phantom Works, Darryl Davis, seperti dimuat laman Daily Mail, 14 Juli 2010.

"Kemampuan yang dimiliki Phantom Eye akan membawa perubahan dalam dunia penerbangan militer, sipil, juga penerbangan komersial," tambah dia.

Phanton Eye akan segera dikirim ke NASA’s Dryden Flight Research Center atau pusat uji penerbangan milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di pangkalan Angkatan Udara Edwards, Kalifornia.

Serangkaian tes di darat dan taxi - di mana pesawat dijalankan secara perlahan - akan dilakukan sebagai bagian dari persiapan penerbangan perdana Phantom Eye pada 2011.

Debut terbang pesawat ini diperkirakan berlangsung antara empat sampai delapan jam.

"Program ini berjalan sangat cepat. Ini adalah kehormatan untuk jadi bagian dalam program pesawat unik ini," kata manajer program Phantom Eye, Drew Mallow.

Sistem propulsi hidrogen akan menjadi kunci untuk keberhasilan Phantom Eye. "Ini sangat efisien dan ekonomis, karena bahan bakar pesawat ini menggunakan hidrogen. Ini adalah pesawat 'hijau' [ramah lingkungan]," tambah dia.

Phantom Eye digerakkan oleh mesin empat silinder dengan dua tangki bahan bakar berkapasitas 2,3 liter -- yang masing-masing menghasilkan 150 tenaga kuda.

Pesawat ini memiliki sayap selebar 150 kaki, dan dapat terbang dengan kecepatan 150 knot dan bisa mengangkut barang seberat 450 pon.

Selain mengembangkan Phantom Eye, Boeing juga mengembangkan pesawat tak berawak yang lebih besar dan mampu terbang selama 10 hari bernama 'Phantom Ray'.

Phantom Ray adalah jenis pesawat tempur berjenis UAV yang masih akan diuji coba dan dikembangkan teknologinya.

No comments:

Post a Comment