Tuesday, October 4, 2011

Apa Sebabnya Kambing Ko Bisa Berkaki 7 ?

Akhir pekan ini ramai di sejumlah forum diskusi di Internet termasuk di forum VIVAnews ramai dibincangkan seputar lahirnya kambing aneh. Ketidaklaziman kambing tersebut adalah karena ia memiliki 3 kaki lebih banyak dibanding jumlah kaki kambing pada umumnya.


Disebutkan, kambing milik Aman dan Sumilah, warga dusun Banungrejo, desa Mojopurogedhe, kecamatan Bungah, kabupaten Gresik, Jawa Timur yang lahir pada Jumat, 30 September lalu itu memiliki 7 buah kaki.

Induk kambing itu sendiri melahirkan 2 ekor kambing jantan yang sehat. Namun satu ekor kambing di antaranya memiliki keanehan itu dan berjalan tertatih-tatih. Tiga kaki yang berada di tengah juga terseret jika ia berjalan. Lalu, apa penjelasan di balik fenomena yang tidak lazim ini?

Menurut US National Library of Medicine, National Institutes of Health, kelainan yang terjadi pada makhluk hidup seperti ini merupakan fenomena biasa dan disebut sebagai Congenital Disorder atau Congenital Abnormality.

Congenital disorder, merupakan kondisi kelainan yang hadir saat kelahiran dan sering kali pula terjadi setelah kelahiran, khususnya di saat bulan-bulan pertama usia makhluk hidup, apapun penyebabnya. Karakteristiknya, terjadi pembentukan struktur yang berbeda pada tubuh individu tersebut.

Salah satu penyebab congenital disorder antara lain adalah kelainan genetik, kondisi yang ada di uterus, kesalahan pada proses morphogenesis, infeksi, atau kelainan kromosom. Akibat dari kelainan ini tergantung pada tingkat kompleksitas interaksi antara kelainan pra kelahiran dengan kondisi lingkungan pasca kelahiran.

Dari penelitian terhadap hewan, terindikasi bahwa makanan yang dikonsumsi oleh induk betina (dan kemungkinan juga induk jantan), asupan vitamin, dan level glukosa menjelang ovulasi dan saat kehamilan memiliki efek jangka panjang terhadap pertumbuhan janin serta penyakit saat balita dan ketika dewasa.

Penyebab dan kelainan pada congenital disorders sendiri sangat luas. Namun kelainan ini sebenarnya bisa dideteksi sebelum kelahiran, melalui diagnosis pra kelahiran.

No comments:

Post a Comment